Assalamualaikum....
Tadinya mau posting kalimat yang bertebaran di kepala, tapi karena terlalu banyak jadi nggak karuan jadi posting yang bagus dari mikrobloging lain aja dulu ya...
Selamat membaca....
-Ubudiyah by @AlQuranAsik-
- Jika kita baca Al-kahfi maka bisa terlindung dari fitnah dajjal. Dajjal ini sudah disosialisasikan dari zaman nabi Nuh.
- Fitnah dajjal adalah, fitnah tauhid, dajjal merayu dengan segala atraksinya untuk berpaling dari Allah dan Rasulullah SAW.
- Allah memanggil Rasulullah dengan nama 'abdihi. Harapannya bisa dicontoh oleh umatnya, agar bisa sebenar-benarnya sebagai 'abdihi.
- Makna dari ayat pertama surat alkahfi merupakan rasa syukur atas turunnya Al-Quran. Apakah kita bersyukur dengan adanya Al-Qur'an?
- Al-Qur'an ini diturunkan bukan untuk menyusahkan, tapi untuk membuat bahagia..
- 'Ala 'abdihi, Alquran diturunkan kepada Rasululllah yang tingkat penghambaanya sudah sampai 'ubudiyah.
- Dan kita pun bisa sampai tingkat 'ubudiyah, untuk menjadi ahlu qur'an :)
- Kita sudah sampai 'ubudiyah jika kita sudah bisa melakukan ibadah taqarrub 'iLallah yang diluar akal nalar manusia.
- Misalny: Bangun jam 2 pagi, terus terjaga sampai setelah subuh.
- Ini kalau bukan karena semangat ingin dekat dengan Allah, diluar nalar manusia tapi Allah menolongnya, sehingga bisa dilakukan.
- Inilah kenapa Fadhilah Qiyamullail, shalat Fajar, Shalat subuh, apalagi sampai menunggu syuruq, sangaaaaaaattttt tinggi Fadhilahnya,
- Itulah ibadah ribath, Karena ini bukti 'ubudhiyah kita kpd Allah, dan Allah beri apresiasi yg besar kepada hambaNya yang melakukan ini..
- Kalau sudah bisa seperti itu, lakukan setiap hari, sampai meninggal.. :,)
- 'Ubudiyah : melakukan ibadah yang perjuanganya dahsyat, dan Allah pasti memberikan point sangat besar,
- dan membukakan pintu untuk kita bisa dekat dengan Al-Qur'an.
- Semangat melakukan ibadah, semangat 'ubudiyah, semangat penghambaan tinggi kepada Allah :,)
- Seperti sahabat Hudzaifah, menjadi ma'mum Rasulullah dalam shalat malam 1 raka'at. Baca Al-Baqarah, Ali 'Imran, An-Nisa.
- Walaupun ada rasa mengeluh di dalam hatinya, tetapi bisa selesai juga. Ini karena semangat 'ubudiyahnya Hudzaifah.
- Coba cek tingkat 'ubudiyah kita, apakah bisa kita tilawah satu juz perhari?
- Jika diluar nalar, coba dikerjakan, jika berhasil, maka sudah masuk tingkat 'ubudiyah. Kemudian tingkatkan lagi.
- Mengafal Al-Qur'an semangatnya adalah penghambaan kita kepada Allah SWT.
- Rasanya hari ini tidak masuk akal, orang bisa menghafal satu Al-Qur'an seperti membaca Alfatihah.
- Ini secara akal, rasanya tidak mungkin, susah, panjang, repot, bukan secara 'ubudiyah..
- Karena jika 'ubudiyah kuat tiada yang mustahil.Coba dilihat bagian akhir QS. Al Ankabut.
- Misalkan: membaca alma'tsurat kubra tiap hari, kalau dipikir-pikir tidak mungkin, repot, harus masak, kerja, olah raga pagi dll.
- Ini jika kita lihat pakai akal. Bukan pakai semangat 'ubudiyah
- Jika kita terus melihat secara akal, tidak akan bisa kita melakukan ibadah-ibadah yang menurut kita tidak bisa.
- Kalau kita melihat dengan semangat 'ubudiyah, maka Allah akan tolong, dan kita bisa melakukan ibadah-ibadah itu.
- Seperti ibrah dari kisah Nabi Nuh a.s, yang sabar dan terus mendekatkan diri kepada Allah.Allah akan dekat dengan kita jika kita berdo'a
- Kemudian mintalah kebutuhan akhirat kita, kepada Allah agar kita bisa dekat Allah.
- Minta surga, walaupun merasa tidak pantas, karena belum jadi tampang ahli surga ( sudah berjihad dan sabar)
- tapi Allah senang jika kita berdoa. Dan Allah sangat senang jika kita serius minta surga.
- Allah berdialog dengan malaikat. Wahai malaikat, itu hamba-hamba-Ku belum lihat surga, kok sudah serius minta surga?
- Kata malaikat, iya ya Allah, kalau mereka sudah melihat, 1000 x lagi lebih serius minta Surganya.
- Begitu juga dengan dialog tentang seorang hamba yang minta dijauhkan dari neraka.
- Mari Membangun 'ubudiyah dalam diri kita. Semoga dimudahkan untuk bisa akrab dengan Al-Qur'an. Aamiin :,)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aamiin ya Rabb....
Wasalamualaikum....
No comments:
Post a Comment