Pages

Jan 16, 2015

Sehari tanpa smartphone

Bismillah...

Assalamualaikum...
Smartphone, barang yang saat ini hampir tak pernah lepas dari pikiran, pandangan dan tangan. Pikiran dan pandangan ikut juga? Iya, karena walaupun tangan tak memegang smartphone, saat tak bisa memegang tapi mata dan pikiran sering tertuju pada smartphone. Duh ada yang bbm nggak ya, ada yang ngetweet nggak ya, ada wa baru nggak ya dan berbagai alasan lainnya yang membuat pikiran dan padangan tak lepas pada barang satu itu.

Smartphone memang barang yang sangat penting untuk saat ini. Tidak hanya sekedar alat untuk berSMS dan bertelepon ria, untuk ajang narsis upload foto di berbagai media, curcol atau curjangbar (curhat panjang lebar, hehe... *bukan saya), ajang pamer lagi di mana, tempat mencari pengetahuan dari yang nyata sampai ghaib (ada-ada aja), untuk berbisnis, untuk berbagi pengalaman, pesan moral agama atau pengetahuan melalui twitter facebook atau foto di instagram, dan sebagainya masih banyak lagi sebenarnya bahkan dipakai untuk mengajipun ada menggunakan Quran digital karena malas bawa Quran yang bentuk buku katanya, smarthphone lebih praktis. Tak dipungkiri, smartphone sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari saat ini.

Memang smartphone sangat penting, sangaaaaatt terutama untuk yang bisnisnya online, sebentar-sebentar lihat handphone tak bisa lepas. Tdak cuma pebisnis online, yang sibuk katanya rapat tak bisa datangpun bisa sibuk terus koordinir melalui BBM, WA, atau Line pada anggota rapatnya. Tak cuma itu saja, anak ABG pun tak bisa lepas entah itu sekedar chitchat dengan teman-temannya atau lihat newsfeeds habiskan waktu lama, masih anak ABG, anak UMUR 3 TAHUN tak bisa lepas dari handphonenya hanya untuk main game yang menghabiskan waktu berjam-jam sampai baterei handphonenya habis.

Sepenting itu kah smartphone?

Saat waktu dihabiskan hanya untuk chitchat yang kadang mungkin bukan hal begitu penting.
Saat waktu dihabiskan hanya untuk mencari materi terus menerus.
Saat waktu dihabiskan hanya untuk melihat recent update orang-orang yang bahkan tidak ada manfaatnya dalam status itu.
Saat waktu dihabiskan hanya untuk main game yang katanya melatih otak tapi tak kenal batas waktu, apakah itu melatih otak. Jika hanya otak yang dilatih untuk masa depan di dunia nyata, pernah kah terfikir untuk melatih sesuatu yang akan dibawa ke akhirat kelak?
Yang katanya mendekatkan yang jauh, tapi saat bertemu justru lebih banyak bercengkerama dengan smartphonenya daripada berbicara dengan orang yang nyata ada di hadapannya.

Pikirkan lagi.

Sepenting itu kah?

Kalau pada saat chitchat bersama teman bisa panjang lebar, tapi saat bertemu hanya asik main smartphone, smartphone TIDAK PENTING! kenapa? karena kita kehilangan kesempatan untuk menjalin silaturahmi lebih erat pada saat pertemuan terjadi.
Kalau selalu pegang smartphone entah untuk bisnis atau lihat recent update sampai lupa sedang di dalam rapat, sedang ada kumpul keluarga, sedang dalam majelis ilmu, maka smartphone TIDAK PENTING! kenapa? karena kita akan melewatkan momen-momen yang mungkin tidak akan terulang lagi, ilmu yang berharga, pengalaman organisasi yang nyata.
Kalau main game sampai lupa waktu, maka smartphone TIDAK PENTING! kenapa? Masih banyak hal yang bisa dilakukan mengisi waktu luang yang banyak dengan hal yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat. Karena hidup bukan melulu di dunia. Bekal apa yang sudah dipersiapkan untuk menghadapNya di padang Mahsyar nanti?
Kalau anak kecil tak bisa lepas jauh dari gadget/smartphonenya pada saat waktunya shalat atau belajar mengaji, buang jauh-jauh itu smartphonenya. Kenapa? karena jika dia lebih ingat tokoh kartun dan alur game daripada huruf hijaiyah cikal bakal dia memabaca Quran atau melewatkan kesempatannya bermain sepeda-sepedaan, berlari-lari dengan teman sebayanya, maka selamat, kita baru saja merusak masa depannya.


Coba, 1 hari saja tanpa smartphone. Habiskan waktu untuk bercengkerama dengan keluarga, mengajari adik-adik permainan yang mengasah otak dan saraf-saraf motoriknya. Lebih banyak membaca buku atau Quran. Memasak. Membersihkan rumah. Bertemu dengan teman dan mengobrol tanpa menyentuh handphone (HP), karena pertemuan lebih banyak makna daripada sekedar bercengkerama di dunia maya yang entah yang sejujurnya atau sekedarnya, tiada yang bisa menduga. Karena saat bertemu, raut wajah, senyum, ekspresi mata, bahasa tubuh nyata adanya.
Jika tidak bisa sehari, cobalah 6 jam. Jika tidak bisa, 3 jam saja. Tidak bisa juga? baca Quran 1 jam. Masih tidak bisa lepas dari handphone? 1 menit saja untuk istighfar.

Sepenting itukah smartphone bagi hidupmu?

Seketergantungan itukah dirimu dengan alat yang bernama smartphone?
Hingga bisa melewatkan masa-masa yang tidak mungkin terulang. Waktu bersama keluarga, teman yang benar-benar peduli, kesempatan memperbaiki masa depan adik-adik kecil yang asik dengan gadgetnya. Atau kita yang malah melewatkan masa depan kita sendiri yang katanya ingin masuk surgaNya tapi saat azan berkumandang masih asik dengan HP. Yang katanya ingin jadi penghafal Quran tapi selesai shalat antara Quran dan HP yang tergeletak, HP lebih dulu diraih daripada Qurannya. Yang katanya mau jadi penghafal Quran, lah baca recent update orang lebih lama daripada baca Quran. Gimana mau masuk surga? Gimana mau jadi penghafal Quran? Gimana mau jadi orang yang lebih baik?
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum, sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri." (Ar-Ra'd : 11)

Tulisan ini hanya pengingat untuk siapa saja yang membacanya dan juga yang membuat tulisan ini, yang masih sukar lepas dari smartphone dan gadget lainnya.
Semoga hari ini Quran lebih banyak kita pegang atau baca ketimbang chatchitchut di BBM, WA, Line atau hanya melihat recent update.

Kebenaran hanya milik Allah semata dan saya tempatnya salah.
Wassalamualaikum....

No comments:

Post a Comment