Journey Of Hijab #1
Mulai dari mana???
Hmmm… Anggap saja ini terinspirasi dari sekelompok orang yang telah ataupun sedang dalam rangka menginspirasi orang lain untuk mengenakan jilbab, dan saya adalah salah satu korbannya. Korban untuk sekedar berbagi cerita mengenai jilbab.
Ada yang memang sedang mengumpulkan 99 cerita hijab untuk dijadikan buku yaitu 99HijabStrories. Ada niatan ingin juga mengirimkan cerita saya ke situ, tapi urung dilakukan. Bukannya nggak mau, tapi tetep rasa minder nggak ketinggalan :D (haloooww hari gini masih pakai acara minder???)
Kemudian ada juga yang namanya Mari Berhijab. Di Mari Berhijab, kita bisa mengirimkan cerita hijab untuk diposting di blog mereka. Ada juga keinginan tapi lagi-lagi urung, karena kemudian saya berpikir “saya punya blog sendiri, kenapa nggak diposting di blog sendiri, bisa bersambung lagi (baca: tidak terbatas :p)”
Jadi, mulailah hari ini saya akan bercerita mengenai jilbab yang sudah saya kenakan selama kurang lebih 7 tahun ini sejak tahun 2004 atau mungkin cerita orang-orang disekitar saya yang juga mengenakan jilbab. Pokoknya mengenai jilbab, Ok?! Ok! Sip ;)
Baiklah… Sekarang mulainya dari mana lagi ini??? Tuing?!!
Baiklah… (Duarius!!!)
Terlahir sekitar 20 tahunan yang lalu di keluarga yang bisa dibilang pengetahuan agamanya standar ya gitu-gitu aja. Shalat sering bolong sana sini, puasa juga. Taunya ya gitu-gitu aja. Nggak pernah tau tuh apa itu hijab atau jilbab, taunya cuma selendang. Bacaan shalat aja taunya pas kelas 4 SD, malah nggak tau lagi kalau yang disuruh guru hapal itu bacaan shalat (KACAU!!!). Nggak pernah ada omongan soal jilbab ini ataupun soal agama dalam keluarga atau pun lingkungan sekitar saya sewaktu saya kecil. Sewaktu pelajaran agamapun nggak ada tuh rasanya nyinggung-nyinggung soal jilbab (atau apa ketiduran ya waktu dijelasin…??!!). Waktu kecil juga walaupun suka baca, bacaannya Bobo atau komik, nggak ada yang namanya buku-buku agama atau tentang jilbab atau apa gitu yang berbau islami. Bisa (KACAU3!!!).
Waktu kecil itu karena mengikuti tugas Abah yang sering berpindah-pindah, jadilah ikut juga pindah-pindah sekolahnya sampai akhirnya pindah ke kota kecil tempat kelahiran saya sendiri. Di sana, seumur-umur baru kali itu SDnya bersebelahan dengan MTs apa yah, lupa deh. Seumur-umurnya baru melihat anak sekolahan pakai jilbab. Oh iya, waktu itu ngertinya cuma selendang bukan jilbab (memang apa bedanya??? Emmm….), tapi lama-lama akhirnya tau juga itu yang namanya jilbab yang dipakai di kepala.
Saat itu senang rasanya melihat kakak-kakak MTs itu dengan seragamnya dari atas sampai bawah tertutup semua, walaupun judulnya cuma dipakai saat sekolah saja. Melihat kain jilbabnya berkibar-kibar, terlihat cantik apalagi pas hari senin dengan jilbab putihnya. Kalau nggak salah waktu itu kelas 5 atau 6 SD.
Sebelum ujian dan acara lulus-lulusan SD, saya sempat mengutarakan pada Mama kalau setelah lulus SD, saya mau masuk ke sekolah yang kakak-kakaknya itu pakai jilbab. Mau tau apa tanggapan Mama waktu saya mengutarakan itu? Mama said
“Akaiii… Kasian rok panjang kau kena kau bawa belarian… Sobek am… Masuk SMP 1 ja lah…”
Toengg!!!!
Nggak dibolehin masuk MTs cuma gara-gara takut roknya nanti robek (sebenarnya juga gara-gara saya anaknya rada tomboy :D ) yang artinya nggak bisa pakai jilbab . Apalagi kalau masuk di SMP negeri saat itu belum boleh (nggak ada kali ya…??) memakai jilbab. Pupuslah harapan pengen terlihat cantik kayak kakak-kakak MTs dengan jilbabnya itu #lho…?
Waktu berlalu, Abah dipindahkan lagi ke daerah yang sudah cukup majulah dibanding daerah-daerah sebelumnya. Artinya saya juga pindah dari SMP saya dan masuk ke SMP yang di sana saya menemukan 1 anak perempuan yang lain dari yang lain. Dia pakai JILBAB! Di saat anak-anak perempuan yang lain memakai seragam biasa, rok pendek dan baju lengan pendek, dia dengan PD tingkat tinggi dan cueknya (jadi PD apa cuek nih??? Ehh…) mengenakan jilbabnya. Memang dia tidak seperti kakak-kakak MTs waktu itu, tapi, untuk mengenakan jilbab di saat nggak ada seorangpun (mungkin) nggak berani menggunakannya di sekolah negeri saat itu, 5 jempol deh untuk dia.
Lanjut lagi! Saat pindah itu saya kelas satu SMP pertengahan semester 1 kalau nggak salah. Keinginan untuk mengenakan jilbab saat itu entah terendap di mana. Saya tumbuh dengan kelakuan sedikit menyimpang (baca rada tomboy). Jadi inilah mungkin pikiran Mama nggak memperbolehkan saya masuk MTs waktu lulus SD waktu itu, rok pendek aja bisa robek, lah apalagi kalau panjang…???
Kenaikan kelas (Alhamdulillah naik) dan saya naik ke kelas 2. Hampir mendekati kenaikan kelas 3 SMP, lagi entah kenapa saya kembali mengutarakan keinginan saya untuk mengenakan jilbab. Dan jawaban Mama
“Sobek mah rok kam kena….”
Ngekk!!!
Lagi-lagi… Dan memang saat SMP itu saya benar-benar ada di puncaknya gaya tomboy. Hadeehhh…
Saat mengutarakan keinginan itu, saya masih belum juga mengerti kenapa saya ingin menggunakan jilbab. Apa hukumnya mengenakan jilbab. BLANK! Yang saya tau, saya ingin mengenakan jilbab. Itu saja TITIK!
Kembali waktu berlalu, sampai akhirnya mendekati kenaikan kelas 2 SMA. Dan lagi-lagi ada keinginan untuk mengenakan jilbab. Dengan nggak bosannya merengek dengan Mama untuk mengenakan jilbab.
“Ma, kelas 2 ni ulun pakai jilbab lah….” Melas…
“Jahit ja sana bajunya…”
Hahhh…?!?!?!
Dan jadilah pas kelas 2 SMA tahun 2004 saya resmi mengenakan jilbab sampai sekarang, Alhamdulillah. Mau tau satu hal?! Waktu pertama saya mengenakan jilbab, jujur saya masih belum tau hukum dan kenapa saya menggunakan jilbab. Yang saya tau, saya hanya ingin mengenakannya.
No comments:
Post a Comment