Pages

Mar 13, 2011

Anak Baruku

Widi, bocah kecil item manis. Tangan mungilnya bergetar saat kuajak kenalan. Suaranya?? Jangan ditanya, nggak ada suara, cuma gerak bibir yang terlihat. Mau nggak mau segala jurus kukerahkan untuk memaksanya berbicara. Dari yang ajak becanda sampai sistem kerja paksa. Sampai akhirnya...
"Mba budeg lhoo,,,nggak denger Widi ngomong apa..."
Bujuk sana bujuk sini, ngomong nggak jelas sana sini akhirnya bisa juga ngobrol akrab dengan Widi yang ternyata biang heboh kalau di rumah dan jadi anak pendiam di sekolah.

Menurut penuturan orang tuanya, Widi belum bisa membaca. Yang aku dapatkan waktu mengajarnya :
  1. Dia belum mengenal huruf walaupun hafal dari a-z kecuali huruf y yang nggak tau kenapa dia nggak bisa menyebut 1 huruf itu.
  2. Paling betah 15 menit mengikuti apa yang aku eja. *setiap membaca yang diperhatikan bukan buku, tapi aku. Emang sih anak-anak lebih jujur mana yang dia suka hahayyy...
  3. Lebih memilih diam kalau ada di luar rumah, yang kemungkinan sebenarnya dia takut berbuat salah kalau di luar rumahnya termasuk sekolah.
  4. Cuek banget.
  5. Habis cueknya datang, belajar bacanya cuma betah kurang dari 5 menit.
Kehabisan akal??? Belum!! Habis dia bosen dengan segala cara belajar, ya sudah lah diajak main tapi sambil membaca. Bayangin aja kaya gimana bentuknya, lagi males ngegambarin
Sampai jam 9 tadi aku ngajar, tau lah ini hari minggu harinya anak-anak malah dipaksa belajar, jadilah dia belajar nggak karu-karuan. Tapi tetep nggak kehabisan akal buat dia bisa belajar tanpa ngerasa kalau lagi belajar.

Anak ini ternyata sudah berkali-kali ikut les untuk belajar membaca. Tapi baik dari guru sekolah maupun guru lesnya sudah kehabisan ide untuk meladeni ulah Widi yang kadang sulit untuk diajari membaca. Sampai beberapa waktu kemaren bapaknya dipanggil sama guru sekolahnya. Anak ini juga cepat bosan dengan sesuatu apa lagi kalau dia merasa apa yang dilakukannya itu membuat lelah. Dia lebih suka membaca buku komik, maksudku gambar buku komik, yang seharusnya tidak dibaca untuk anak seumuran dia. Widi ini baru kelas 1 SD. Dia juga lebih suka membaca gambar dari pada huruf.

Aku baru 3 kali mengajar Widi, masih cukup kesulitan untuk menemukan cara belajar Widi yang dirasa tepat. Memang anak-anak seumuran dia tidak bisa dipaksa untuk melakukan yang nggak disukai, kalau nggak alamat nangis. Jadi senjata pamungkasku untuk sementara ini ya main sambil belajar biarpun pasti yang dia dapat hanya sedikit. Tapi biarpun sedikit yang penting ada dari pada nggak sama sekali. Betul?!

*buat para orang tua, pengajar, yang suka ngajar, atau yang udah lama berkecimpung di dunia anak-anak, plis masukannya buat menghadapi anak-anak seperti Widi. Maklum, pengalaman sama anak-anak masih minim banget

No comments:

Post a Comment