Assalamualaikum
1st, sebenarnya kemarin sudah ketik-ketik mau posting melalui handphone. Sudah ketik banyak, posting, ditinggal tidur. Besoknya, hasil ketikan semalam tak terpublish. Setelah dibuka dari laptop, empty. Mak! Setelah terakhir posting bulan delapan tahun kemarin, sekalinya mau posting di bulan ke enam di tahun yang baru, malah gagal. Empty! Apa daya :)
Baiklah, kembali ke judul.
Satu per satu...
Betul sekali! Kali ini masih berhubungan dengan hal yang sekarang semakin menjadi sensitif. Tadi, atau tepatnya kemarin sore (karena postingan ini sudah masuk di tanggal yang baru), dapat kabar gembira. Sebenarnya aku sendiri masih bingung ini berita gembira atau menggelisahkan. Seorang teman dekat akan juga segera mengakhiri masa lajangnya yang memang belum diketahui kapan tepatnya. Itu artinya, dari 6 orang tinggal aku sendiri yang masih setia dengan gelar single.
Dua orang sudah memiliki seorang anak yang masih mungil, satu orang sedang program memperoleh momongan, satu orang sedang menunggu hari H, satu orang sedang perencanaan penentuan hari H, satu orang masih asik dengan dunianya.
Gelisah???
Hmmm.... sedikit.
Ingin segera?
Tidak juga. Aku malah sedang mencoba menikmati keadaan.
"Seperti ini rupanya rasanya saat orang-orang disekelilingmu sudah mulai berkeluarga"
Satu hal yang sangat mengganggu memang.
"Bagaimana bisa aku meminta jodoh diberikan padaku, jika hatiku saja belum terpaut sepenuhnya pada Pemilik seluruh hati?"
Mungkin, Sang Pemilik hati setiap manusia membiarkanku sendiri dulu, supaya aku benar-benar belajar dapat memberikan hatiku sepenuhnya padaNya. Setelah itu, biarlah Dia yang memilihkan hati yang mana yang akan Dia pertemukan denganku.
Pertanyaanya : Apa aku punya hati?
Itu yang kutakutkan, bahwa ternyata aku tak punya hati.
Maka, semoga Dia memberiku hatiku, agar bisa diisi penuh dengan asmaNya..
